Bukit Sileh, 8 November 2025 — Dalam upaya memperkuat pengendalian dan penanggulangan penyakit menular, petugas Puskesmas Bukit Sileh melaksanakan kegiatan pemetaan kasus Tuberkulosis (TBC) di wilayah kerja Kecamatan Lembang Jaya, Sabtu (8/11).
Kegiatan ini dilaksanakan atas arahan dan perintah Kepala Puskesmas Bukit Sileh, Ns. Hefriyani, S.Kep, sebagai bagian dari strategi Puskesmas dalam meningkatkan capaian penemuan kasus dan pemantauan keberhasilan pengobatan TBC di masyarakat.
Pemetaan dilakukan dengan meninjau data kasus TBC tahun 2023, 2024, dan 2025, serta melakukan kunjungan lapangan ke rumah pasien dan wilayah yang memiliki potensi penyebaran penyakit. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui sebaran kasus, tingkat keberhasilan pengobatan, dan upaya tindak lanjut terhadap pasien yang belum menyelesaikan terapi.
Kepala Puskesmas Bukit Sileh, Ns. Hefriyani, S.Kep, menyampaikan bahwa kegiatan pemetaan ini merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan eliminasi TBC tahun 2030 sebagaimana dicanangkan oleh pemerintah.
“Melalui pemetaan ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh penderita TBC di wilayah Kecamatan Lembang Jaya terdata, mendapatkan pengobatan yang tepat, serta dilakukan pemantauan rutin oleh petugas kesehatan. TBC adalah penyakit yang bisa disembuhkan jika ditangani secara benar dan disiplin,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hefriyani menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya pengendalian TBC. Dukungan dari perangkat nagari, kader kesehatan, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mendorong penemuan kasus baru serta mencegah penularan di lingkungan keluarga.
Petugas kesehatan yang terlibat dalam kegiatan ini melakukan analisis data kasus, pemetaan spasial wilayah terdampak, dan identifikasi faktor risiko lingkungan. Hasil pemetaan akan menjadi dasar untuk penyusunan rencana tindak lanjut program TBC tahun 2026, termasuk kegiatan penyuluhan, pemeriksaan dahak, dan pendampingan pengobatan pasien.
Dengan adanya kegiatan pemetaan ini, diharapkan angka penularan TBC di Kecamatan Lembang Jaya dapat ditekan, serta cakupan penemuan dan pengobatan kasus dapat meningkat secara signifikan.